SULAWESI TENGAH — Semburan gas bercampur minyak muncul dari sumur pengeboran Pertamina di Desa Pagedangan, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026) pagi. Suara semburan terdengar hingga radius satu kilometer dan menimbulkan bau menyengat yang membuat warga sekitar khawatir terjadi kebakaran atau ledakan.
Paragraf pembuka: Semburan itu muncul saat pekerja tengah melakukan perawatan sumur. Warga yang tengah beraktivitas pagi dikejutkan suara keras menyerupai roket, sebelum menyadari sumbernya berasal dari lokasi pengeboran Pertamina tak jauh dari permukiman mereka.
Petugas Pertamina bergerak cepat melakukan penanganan untuk mengendalikan semburan agar tidak meluas. Meski demikian, bau menyengat yang menyertai semburan gas dan minyak membuat warga di sekitar lokasi mengeluh dan menuntut kejelasan soal tanggung jawab perusahaan.
Suara Mengeras hingga Satu Kilometer
Nurhidayat, warga Pagedangan, mengaku tengah bekerja di samping rumahnya ketika suara besar itu muncul. Ia awalnya tidak menyangka sumbernya berasal dari kegiatan pengeboran.
"Awal mulanya saya lagi kerja di samping rumah, tiba-tiba ada suara besar seperti roket, lalu saya lihat-lihat ternyata dari Pertamina," kata Nurhidayat.
Radius suara yang mencapai sekitar satu kilometer membuat kekhawatiran warga meluas. Mereka mencemaskan potensi kebakaran atau ledakan mengingat lokasi pengeboran berada dekat dengan permukiman.
Warga Tuntut Pertanggungjawaban
Kepala Desa Pagedangan, Kadina, menyatakan semburan muncul sekitar pukul sebelas siang. Menurutnya, lokasi tersebut mengandung minyak sekaligus gas, sehingga bau menyengat yang timbul membuat warga sekitar langsung menyampaikan keluhan.
"Kejadiannya jam sebelas langsung menyembur, besar. Di lokasi ada minyak ada gas, karena bau menyengat jadi warga komplain, bagaimana pertanggungjawabannya," ucap Kadina.
Keluhan warga menyoroti dua hal sekaligus: dampak lingkungan berupa bau gas yang mengganggu, serta kepastian langkah perusahaan dalam memastikan keselamatan warga di sekitar sumur.
Penanganan dan Perhatian ke Depan
Pertamina belum memberikan keterangan resmi soal penyebab pasti semburan maupun langkah lanjutan pascapenanganan. Perawatan sumur yang tengah berlangsung diduga menjadi titik awal munculnya semburan gas bercampur minyak tersebut.
Insiden di Indramayu menambah daftar kejadian serupa di sejumlah daerah. Sebelumnya, semburan gas disertai api setinggi 50 meter sempat muncul dari sumur bor di Aceh Utara, sementara warga Bangkalan juga dihebohkan semburan gas dan minyak saat pengeboran sumur sedalam 100 meter.
Penutup: Bagi warga Pagedangan, persoalan utama bukan hanya semburan yang berhasil dikendalikan, melainkan jaminan keselamatan dan kejelasan tanggung jawab perusahaan atas dampak yang mereka rasakan.