Pencarian

1.981 Kopdes Merah Putih di Sulawesi Tengah Sedang Dibangun, 270 Gerai Rampung dan Siap Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 30 September 2026 • 15:12:31 WIB
1.981 Kopdes Merah Putih di Sulawesi Tengah Sedang Dibangun, 270 Gerai Rampung dan Siap Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulawesi Tengah Sumarno menyampaikan setiap unit Kopdes Merah Putih membutuhkan minimal 10 tenaga kerja.

Sebanyak 1.981 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Sulawesi Tengah tengah menjalani proses pembangunan gerai di 13 kabupaten/kota, dengan 270 di antaranya sudah rampung secara fisik. Dinas Koperasi dan UMKM Sulteng menyebut setiap unit Kopdes minimal membutuhkan 10 tenaga kerja, sehingga keberadaan koperasi ini berpotensi membuka ribuan lapangan kerja bagi warga perdesaan.

PALU — Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulawesi Tengah Sumarno menyatakan setiap Kopdes Merah Putih membutuhkan minimal 10 tenaga kerja untuk menjalankan operasional usaha. Posisi yang dibutuhkan mulai dari ketua, bendahara, manajer, pengawas, hingga staf lapangan.

Dengan jumlah unit yang mencapai ribuan, potensi serapan tenaga kerja dinilai signifikan. "Satu unit Kopdes minimal membutuhkan sekitar 10 orang tenaga kerja yang siap mengelola operasional maka bisa ribuan masyarakat bekerja di koperasi itu," kata Sumarno di Kota Palu.

270 Gerai Rampung, Sisanya Masih Dibangun

Data Dinas Koperasi dan UMKM Sulteng mencatat 1.981 Kopdes Merah Putih sedang dalam proses pembangunan gerai yang tersebar di 13 kabupaten/kota. Dari total itu, 270 Kopdes sudah selesai pembangunan gerai fisik.

Sumarno menyebut potensi penyerapan tenaga kerja masih bisa bertambah seiring perluasan skala dan diversifikasi unit usaha di tiap koperasi perdesaan. "Sebagian besar Kopdes Merah Putih di Sulteng ini bergerak di sektor ritel yang menjual kebutuhan masyarakat yakni sembako dan elpiji," ujarnya.

Pengangguran Sulteng Turun ke 2,89 Persen

Pembukaan lapangan kerja berbasis perdesaan melalui Kopdes Merah Putih diharapkan menekan angka pengangguran sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa. Tingkat pengangguran di Sulawesi Tengah tercatat turun dari 3,75 persen pada 2021 menjadi 2,92 persen pada 2025.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulawesi Tengah pada November 2025 sebesar 2,89 persen, turun 0,03 persen poin dibandingkan Agustus 2025. Jumlah penduduk yang bekerja pada November 2025 mencapai 1.659,11 ribu orang, meningkat 6,26 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.

Ritel Sembako dan Elpiji Jadi Motor Utama

Mayoritas Kopdes Merah Putih di Sulteng mengandalkan sektor ritel kebutuhan sehari-hari sebagai unit usaha utama. Sembako dan elpiji menjadi dua komoditas yang paling banyak dijual di gerai koperasi tersebut.

Sumarno berharap model usaha berbasis perdesaan ini tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga memperkuat perekonomian warga desa secara mandiri. Pemerintah provinsi akan terus mendorong penyelesaian pembangunan gerai di seluruh kabupaten/kota yang belum rampung.

Follow www.paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks