Pencarian

BI Klaim Volatilitas Rupiah Lebih Terjaga dari Won dan Ringgit, Terdepresiasi 7,74% Ytd

Rabu, 30 September 2026 • 13:34:31 WIB
BI Klaim Volatilitas Rupiah Lebih Terjaga dari Won dan Ringgit, Terdepresiasi 7,74% Ytd
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea dalam taklimat media, Rabu (30/9/2026).

SULAWESI TENGAH — Bank Indonesia mencatat rupiah terdepresiasi 7,74 persen secara year-to-date hingga 29 September 2026, namun volatilitasnya dinilai lebih stabil dibanding mata uang Korea Selatan dan Malaysia. Tekanan nilai tukar disebut berakar pada defisit transaksi berjalan yang membuat kebutuhan valuta asing melebihi produksi domestik.

Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea menyatakan gejolak pergerakan nilai tukar rupiah masih jauh lebih terkendali dibandingkan mata uang negara-negara sejawat di kawasan Asia. Penilaian itu disampaikan dalam taklimat media, Rabu (30/9/2026), merespons kondisi rupiah yang secara kumulatif melemah 7,74 persen sejak awal tahun hingga 29 September 2026.

Erwin menegaskan pelemahan tersebut tidak bisa dilepaskan dari struktur fundamental ekonomi domestik, khususnya kinerja defisit transaksi berjalan. Menurut dia, secara teoretis dan fundamental, ketika transaksi berjalan suatu negara mencatatkan defisit, tingkat kebutuhan valuta asing secara alami akan melampaui kemampuan produksi valas di dalam negeri.

Defisit Transaksi Berjalan Jadi Akar Tekanan Rupiah

Dalam paparannya, Erwin menjelaskan mekanisme yang membuat defisit transaksi berjalan menekan nilai tukar. Kebutuhan valas yang lebih besar daripada produksi dalam negeri membuat pergerakan nilai tukar cenderung mengikuti situasi tersebut jika dibiarkan tanpa intervensi.

"Sebuah negara ketika transaksi berjalannya itu defisit, artinya kan kebutuhan valasnya kan lebih gede daripada produksinya. Jika memang pergerakan nilai tukarnya akan bergerak mengikuti situasi itu, jadi tugas kita adalah menjaga stabilitas," kata Erwin.

Pernyataan itu merujuk pada penjelasan Gubernur BI Destry dalam Rapat Kerja sebelumnya. Erwin menyebut nilai tukar tidak bisa dipisahkan dari struktur ekonomi, sehingga bank sentral menempatkan stabilitas sebagai prioritas utama dalam mengawal pergerakan rupiah.

Perbandingan dengan Won Korea dan Ringgit Malaysia

Meski terdepresiasi 7,74 persen secara year-to-date, BI menilai volatilitas rupiah masih lebih rendah dibandingkan mata uang Korea Selatan dan Malaysia. Kedua negara itu disebut mengalami gejolak pergerakan nilai tukar yang lebih tajam di periode yang sama.

Perbandingan ini penting bagi investor asing yang memantau stabilitas makro Indonesia sebelum menempatkan dana di pasar obligasi dan saham domestik. Volatilitas yang lebih terkendali memberi ruang bagi BI untuk menjaga daya tarik imbal hasil aset rupiah tanpa harus menaikkan suku bunga secara agresif.

Apa Artinya bagi Investor dan Pelaku Bisnis

Bagi pelaku usaha yang memiliki utang valas atau impor bahan baku, pelemahan rupiah 7,74 persen sepanjang tahun ini tetap menambah beban biaya. Namun, tingkat volatilitas yang lebih rendah dibanding negara sejawat mengurangi risiko lonjakan mendadak yang biasanya memicu biaya lindung nilai (hedging) lebih mahal.

Investor pasar obligasi perlu mencermati pernyataan BI ini sebagai sinyal bahwa bank sentral akan terus mengintervensi pasar valas untuk menjaga stabilitas. Fokus pada defisit transaksi berjalan menunjukkan BI melihat persoalan rupiah bukan sekadar sentimen jangka pendek, melainkan persoalan struktural yang perlu direspons dengan kebijakan moneter dan koordinasi lintas lembaga.

Erwin menambahkan, tugas bank sentral dalam konteks ini adalah menjaga agar pergerakan nilai tukar tetap terukur. Pernyataan tersebut mengindikasikan BI belum akan mengubah pendekatan kebijakan valas dalam waktu dekat, dengan stabilitas kurs tetap menjadi jangkar utama di tengah tekanan eksternal.

Follow www.paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks