Pencarian

Wamenkeu Juda Agung Sebut Ketahanan Fiskal Kunci Jaga Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Tekanan Global

Selasa, 29 September 2026 • 09:29:02 WIB
Wamenkeu Juda Agung Sebut Ketahanan Fiskal Kunci Jaga Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Tekanan Global
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung berbicara dalam Central Banking Service Festival (CB Fest) 2026 di Jakarta, Senin.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan pemerintah terus memperkuat ketahanan fiskal dan sektor keuangan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Penegasan itu disampaikan Juda dalam Central Banking Service Festival (CB Fest) 2026 di Jakarta, Senin, dengan menyoroti meningkatnya risiko geopolitik, disrupsi teknologi, hingga fragmentasi keuangan global. Ia menilai kebijakan fiskal harus tetap berfungsi sebagai penyerap guncangan sekaligus penopang pertumbuhan.

JAKARTA — Pemerintah menempatkan penguatan ketahanan fiskal dan sektor keuangan sebagai prioritas untuk mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global. Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyampaikan hal tersebut dalam Central Banking Service Festival (CB Fest) 2026, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Menurut Juda, tekanan yang dihadapi perekonomian tidak lagi tunggal. Risiko geopolitik, disrupsi teknologi, fragmentasi keuangan, dan kompleksitas rantai pasok global saling bertumpuk.

APBN Diminta Berperan Ganda: Penyerap Guncangan dan Penopang Pertumbuhan

Juda menegaskan kebijakan fiskal perlu tetap berfungsi sebagai shock absorber sekaligus menopang pertumbuhan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus mampu melindungi masyarakat, mendukung aktivitas produktif, dan merespons berbagai risiko.

Semua itu, kata dia, tetap harus dijalankan dengan menjaga disiplin, kredibilitas, serta keberlanjutan fiskal. Ia menekankan strategi fiskal tidak boleh kehilangan arah jangka panjang meski tekanan jangka pendek datang bertubi-tubi.

"Strategi fiskal harus tetap adaptif, prudent, dan berorientasi pada pertumbuhan; melindungi perekonomian saat ini sekaligus menjaga keberlanjutan fiskal di masa depan," ujar Juda dalam keterangan tertulis.

Sektor Keuangan Dituntut Lebih Dalam dan Inklusif

Selain fiskal, Juda menilai ketahanan sektor keuangan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi. Sistem keuangan perlu tetap stabil dan efisien, sekaligus semakin dalam dan inklusif.

Tujuannya agar mampu menyediakan sumber pembiayaan yang beragam dan mengarahkan modal kepada kegiatan produktif. Peran perbankan pun dinilai dapat terus diperluas, bukan sekadar menyalurkan kredit.

Juda menyebut bank dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas, mendukung UMKM, inovasi, penciptaan lapangan kerja, dan daya saing. Perluasan peran itu dinilai relevan bagi daerah-daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses pembiayaan.

Digitalisasi dan AI Harus Diiringi Tata Kelola Risiko

Transformasi digital dan kecerdasan artifisial juga menjadi sorotan Juda. Keduanya perlu diiringi dengan tata kelola dan manajemen risiko yang kuat.

Ia mengingatkan efisiensi tidak serta-merta menjadi ketahanan. Tanpa pengelolaan risiko yang memadai, percepatan teknologi justru bisa memunculkan kerentanan baru.

KSSK Jadi Kerangka Koordinasi Antarkebijakan

Pemerintah akan memperkuat koordinasi antara kebijakan fiskal, moneter, makroprudensial, serta regulasi sektor keuangan. Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menjadi salah satu kerangka untuk menjaga stabilitas sekaligus mengoordinasikan respons terhadap berbagai risiko.

Juda menutup dengan menegaskan makna ketahanan yang sesungguhnya. Menurut dia, ketahanan bukan berarti tidak adanya guncangan.

"Ketahanan bukan berarti tidak adanya guncangan. Ketahanan adalah kemampuan kita untuk menyerap guncangan, beradaptasi terhadap perubahan, dan terus bergerak maju tanpa kehilangan kredibilitas dan kepercayaan publik," ujarnya pula.

Follow www.paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks