Pencarian

Rupiah Menguat 0,49% ke Rp17.810 per Dolar AS, Data NFP AS Jadi Pemicu

Senin, 10 Agustus 2026 • 10:13:01 WIB
Rupiah Menguat 0,49% ke Rp17.810 per Dolar AS, Data NFP AS Jadi Pemicu
Rupiah menguat 0,49% ke level Rp17.810 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

SULAWESI TENGAH — Penguatan rupiah terjadi setelah rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) AS pada Jumat pekan lalu yang mengecewakan pasar. Data yang lebih lemah dari perkiraan ini memicu penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed, sehingga menekan indeks dolar di pasar global.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan tekanan terhadap dolar AS masih berlanjut hingga awal pekan ini. Menurutnya, data pekerjaan AS yang buruk menjadi katalis utama pergerakan kurs hari ini.

"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang tertekan setelah data pekerjaan AS NFP pada hari Jumat yang jauh lebih lemah dari harapan," kata Lukman, Senin (10/8/2026).

Faktor Geopolitik Selat Hormuz Menahan Laju Penguatan

Kendati sentimen eksternal mendukung, ruang penguatan rupiah dinilai tidak akan terlalu dalam. Lukman menyebut ketidakpastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz masih menjadi ganjalan bagi pasar keuangan global, termasuk Indonesia.

Konflik yang belum mereda di kawasan tersebut berpotensi mengganggu rantai pasok energi dunia. Situasi ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi, sehingga permintaan terhadap aset berisiko seperti rupiah tidak akan agresif.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Dengan kombinasi sentimen negatif dari data AS dan faktor geopolitik yang masih membayangi, pergerakan rupiah diprediksi akan berada dalam rentang yang cukup lebar. Lukman memperkirakan kurs akan bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan hari ini.

"Rupiah akan berada di range Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar AS hari ini," pungkasnya.

Level Rp17.800 akan menjadi support terdekat yang diuji jika tekanan jual dolar AS berlanjut. Sementara itu, resistensi di kisaran Rp17.950 berpotensi membatasi penguatan jika terjadi aksi beli dolar oleh korporasi di tengah volatilitas pasar.

Investasi mengandung risiko.

Follow www.paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: infobanknews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks