Pencarian

Gunung Gede: Kebakaran Suryakencana Seluas 1 Hektar Berhasil Dijinakkan, Pendakian Ditutup Lima Hari

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 00:48:31 WIB
Gunung Gede: Kebakaran Suryakencana Seluas 1 Hektar Berhasil Dijinakkan, Pendakian Ditutup Lima Hari
Petugas gabungan memadamkan api di kawasan Alun-alun Suryakencana, Gunung Gede, Jumat (7/8/2026).

SULAWESI TENGAH — Kebakaran yang melanda kawah Gunung Gede pada Jumat (7/8/2026) meninggalkan bekas luka seluas satu hektar di hamparan Alun-alun Suryakencana. Kepala Balai Besar TNGGP, Saadtata Noor Adirahmanta, mengonfirmasi bahwa area yang terbakar didominasi oleh rumput kering dan sebagian kecil vegetasi berkayu.

Jarak Lima Meter dari Taman Edelweiss

Ancaman terbesar saat insiden terjadi adalah jarak titik api yang hanya berjarak sekitar lima meter dari ladang bunga abadi atau Edelweiss menuju arah hutan. Jika tidak segera dijinakkan, api dipastikan akan melahap ekosistem sabana yang menjadi ikon pendakian gunung tersebut.

"Titik kebakaran berada pada radius sekitar 5 meter dari kawasan sabana edelweiss menuju hutan," ujar Saadtata dalam keterangan resminya, Jumat (7/8/2026).

Beruntung, upaya pemadaman yang dilakukan petugas gabungan berhasil menghentikan laju api sebelum mencapai kawasan hutan lindung. Balai Besar TNGGP mengapresiasi kesigapan petugas lapangan, masyarakat, dan mitra polisi hutan yang bergerak cepat dalam penanganan kejadian ini.

Penjagaan Intensif untuk Cegah Api Muncul Kembali

Meski api telah dinyatakan padam, potensi munculnya kembali titik api masih menjadi kekhawatiran utama. Tim gabungan akan berjaga di lokasi bekas kebakaran secara bergantian selama tiga hari ke depan.

"Meskipun api telah padam, petugas di lapangan tetap melaksanakan pemantauan dan penjagaan, secara bergantian selama tiga hari ke depan, untuk mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api," kata Saadtata.

Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi dini, mengingat kondisi cuaca dan angin di ketinggian dapat berubah sewaktu-waktu dan memicu percikan api baru dari material yang masih membara di bawah permukaan tanah.

Surat Edaran Penutupan Pendakian 7-11 Agustus

Dampak langsung dari insiden ini adalah ditutupnya seluruh akses pendakian menuju Gunung Gede dan Pangrango. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor SE 18 Tahun 2026 yang diterbitkan Balai Besar TNGGP.

Penutupan resmi berlaku mulai tanggal 7 Agustus hingga 11 Agustus 2026. Seluruh jalur pendakian, baik dari Cibodas, Gunung Putri, maupun Salabintana, tidak melayani pendaki selama periode tersebut.

Balai Besar TNGGP menegaskan bahwa penutupan ini bukan sekadar prosedur, melainkan kebutuhan operasional di lapangan untuk menjamin keselamatan pendaki, pengunjung wisata, masyarakat, dan penggiat alam bebas.

"Tujuan penutupan pendakian adalah untuk menjamin keselamatan pendaki, pengunjung wisata, masyarakat, dan penggiat alam bebas serta mengefektifkan proses penanganan kebakaran," demikian bunyi surat edaran yang diterima detikcom dari staf Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni.

Pemulihan Ekosistem Sabana Menjadi Prioritas

Kebakaran di Suryakencana bukan kali pertama terjadi, namun setiap insiden selalu meninggalkan kerusakan ekologis yang membutuhkan waktu lama untuk pulih. Hamparan rumput yang terbakar akan memengaruhi siklus hidup flora dan fauna endemik di kawasan tersebut.

Setelah masa penutupan berakhir, pihak TNGGP akan melakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi lahan dan memastikan tidak ada lagi potensi bahaya sebelum kembali membuka jalur pendakian bagi publik.

Follow www.paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks