SULAWESI TENGAH — Lucid kembali menghadapi tekanan finansial. Berdasarkan laporan yang diajukan ke Securities and Exchange Commission (SEC), perusahaan akan mengurangi jumlah karyawan tetap, kontraktor, dan pekerja produksi per jam di Amerika Serikat sebanyak 18 persen. Langkah ini merupakan bagian dari rencana restrukturisasi yang lebih luas untuk menghemat sekitar 158 juta dolar AS.
PHK Kedua Tahun Ini, Produksi Dikurangi Satu Shift
Ini bukan kali pertama Lucid melakukan efisiensi besar-besaran. Pada Februari lalu, perusahaan yang berbasis di Newark, California, sudah lebih dulu memangkas 12 persen karyawannya di AS. Kini, dengan total sekitar 9.000 karyawan global per akhir Desember, pengurangan tahap kedua ini akan berdampak signifikan.
Tak hanya tenaga kerja, Lucid juga mengurangi kapasitas produksi di pabrik Casa Grande, Arizona. Pabrik yang merakit model Air sedan dan Gravity SUV itu akan menghilangkan shift produksi kedua. Langkah ini diambil untuk mengatasi tingginya stok kendaraan yang belum terjual.
Kepergian COO dan Gelombang Eksodus Eksekutif
Kursi direksi Lucid kembali berguncang. Setelah Peter Rawlinson, sang CEO yang menjadi arsitek teknis merek ini, mundur pada Februari, kini giliran Marc Winterhoff yang hengkang. Winterhoff sebelumnya menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) dan sempat menjadi pelaksana tugas CEO setelah kepergian Rawlinson. Pasca kepergian Winterhoff, Lucid memutuskan untuk menghapus total posisi COO dari struktur organisasi.
Gelombang pengunduran diri juga terjadi di jajaran teknisi kunci. Emad Dlala, senior vice president bidang powertrain dan engineering, serta Zach Walker yang memimpin pengembangan platform baru untuk SUV Cosmos dan dua model lainnya, juga telah meninggalkan perusahaan.
SUV Cosmos: Harapan Baru di Tengah Badai
Di tengah gejolak internal, Lucid tetap berkomitmen meluncurkan model terbarunya. SUV listrik berukuran lebih kecil bernama Cosmos dijadwalkan diperkenalkan pada musim panas tahun ini. Model ini akan menjadi pesaing langsung Tesla Model Y dan diharapkan menjadi tulang punggung penjualan Lucid.
Cosmos dibanderol mulai di bawah 50.000 dolar AS (sekitar Rp 800 juta) dan diklaim memiliki koefisien drag sangat rendah, 0,22 Cd, yang membantu mencapai jarak tempuh lebih dari 300 mil (483 km) dalam sekali pengisian daya. Produksi massal diperkirakan baru dimulai pada 2027, disusul dengan varian lain bernama Earth dan sebuah SUV off-road di platform yang sama.
Sayangnya, masa depan model-model tersebut masih dipertanyakan mengingat banyaknya talenta teknik yang sudah hengkang dari Lucid. Langkah efisiensi ini menunjukkan bahwa pabrikan motor listrik muda itu masih berjuang untuk mencapai profitabilitas di tengah persaingan yang semakin ketat.