Pencarian

FKUB dan BAMAG Sulteng Salurkan Ratusan Paket Bantuan untuk Korban Gempa di Sigi, Bentuk Solidaritas Lintas Iman

Senin, 22 Juni 2026 • 15:02:02 WIB
FKUB dan BAMAG Sulteng Salurkan Ratusan Paket Bantuan untuk Korban Gempa di Sigi, Bentuk Solidaritas Lintas Iman
Relawan FKUB dan BAMAG menyalurkan paket sembako langsung ke pengungsian korban gempa di Sigi.

SIGI — Ratusan paket bantuan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Badan Amil Makmur (BAMAG) Provinsi Sulawesi Tengah mulai didistribusikan kepada korban gempa di Kabupaten Sigi. Bantuan itu diserahkan langsung di titik-titik pengungsian yang tersebar di beberapa kecamatan terdampak.

Bantuan Disalurkan Langsung ke Titik Pengungsian

Ketua FKUB Sulteng menyebutkan bahwa paket bantuan berisi sembako dan kebutuhan dasar lainnya. Pendistribusian dilakukan secara door to door agar tepat sasaran, terutama bagi lansia dan ibu hamil yang kesulitan menjangkau posko utama.

"Kami tidak ingin ada warga yang terlewat. Solidaritas ini adalah panggilan kemanusiaan tanpa memandang latar belakang," ujarnya saat ditemui di lokasi pengungsian, Senin lalu.

Kolaborasi Lintas Iman Jadi Kekuatan

BAMAG Sulteng bersama FKUB mengerahkan relawan dari berbagai komunitas agama. Mereka bergotong royong menyortir, mengemas, dan mengantarkan logistik ke pelosok Sigi yang akses jalannya masih terbatas pascagempa.

Wakil Ketua BAMAG Sulteng menambahkan, kegiatan ini merupakan respons cepat atas laporan bahwa beberapa desa terpencil belum tersentuh bantuan pemerintah. "Kami bergerak karena data di lapangan menunjukkan masih ada warga yang bertahan di tenda darurat tanpa pasokan air bersih," jelasnya.

Fakta Singkat Penyaluran Bantuan

  • Ratusan paket sembako telah didistribusikan ke tiga kecamatan di Sigi.
  • Bantuan menyasar warga di pengungsian dan rumah rusak berat.
  • Relawan gabungan FKUB dan BAMAG dikerahkan selama empat hari berturut-turut.

Respons Warga: Bantuan Ini Sangat Membantu

Salah satu penerima bantuan, Siti (45), mengaku bersyukur karena stok beras di keluarganya hampir habis. "Kami belum bisa pulang ke rumah. Alhamdulillah, ada bantuan dari FKUB dan BAMAG. Ini sangat meringankan," katanya di tenda pengungsian Desa Pombewe.

Ia berharap bantuan serupa terus mengalir mengingat masa pemulihan pascagempa diperkirakan masih panjang. Sejumlah warga lainnya juga mengeluhkan minimnya layanan kesehatan keliling di lokasi pengungsian terpencil.

Langkah Selanjutnya: Pemulihan dan Pendampingan

FKUB dan BAMAG berencana melanjutkan program bantuan tahap kedua dalam waktu dekat. Fokusnya akan diarahkan pada pemenuhan air bersih dan kebutuhan anak-anak di pengungsian.

"Kami juga sedang menjajaki kerja sama dengan dinas sosial untuk memastikan data penerima bantuan lebih akurat," pungkas Ketua FKUB Sulteng.

Follow www.paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarpalu.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks