PALU — Enam batalyon baru akan memperkuat pertahanan dan pembinaan teritorial di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Kodam XXIII/Palaka Wira menyebut lima batalyon sudah memasuki proses pembangunan, sementara satu unit tambahan akan segera dibangun di Mamuju.
Pembangunan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden agar setiap kabupaten/kota memiliki satu batalyon. Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar menyampaikan hal tersebut di Palu, Selasa.
Lima Batalyon yang Sudah Dibangun
Lima batalyon yang tengah dibangun tersebar di tiga kabupaten di Sulawesi Tengah dan dua kabupaten di Sulawesi Barat. Satuan-satuan tersebut meliputi:
- Yonif TP 825/Garuda Yudha Sakti di Morowali Utara
- Yonif TP 873/Mareso Masagena di Sigi
- Yonif TP 874/Vovasanggayu di Pasangkayu
- Yonif TP 917/Keris Muda Mandar di Polewali Mandar
- Yonif TP 918/Matufu Maliuntinufu di Parigi Moutong
Selain batalyon, Kodam XXIII/Palaka Wira juga membangun Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP) 30/Karoso Ndaya di Kabupaten Sigi serta Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) di Napu, Kabupaten Poso.
Batalyon Tambahan di Mamuju dan Target Penyelesaian
Satu batalyon tambahan akan dibangun di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Dengan begitu, total satuan yang dibangun menjadi enam batalyon.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, nantinya setiap kabupaten/kota ada satu batalyon. Sekarang kami sudah membangun lima batalyon dan dalam waktu dekat bertambah satu lagi menjadi enam,” kata Jonathan.
Pembangunan tahap pertama seluruh satuan ditargetkan rampung pada September 2026. “Target dari Kementerian Pertahanan bulan September. Paling tidak tahap pertama selesai sehingga prajurit sudah bisa masuk. Tahap kedua menyusul untuk perumahan dan fasilitas lain seperti lapangan tembak, garasi, dan sarana olahraga,” jelasnya.
Memperkuat Stabilitas Keamanan dan Pembinaan Teritorial
Kehadiran satuan-satuan baru ini diharapkan memperkuat kemampuan Kodam XXIII/Palaka Wira dalam menjaga stabilitas keamanan di dua provinsi. Pembangunan ini juga mendukung tugas pertahanan dan pembinaan teritorial yang menjadi salah satu fokus utama komando kewilayahan.
Dengan bertambahnya batalyon, cakupan pembinaan teritorial di daerah-daerah yang sebelumnya minim kehadiran satuan militer diharapkan semakin optimal. Keberadaan prajurit di setiap kabupaten juga mempercepat respons terhadap potensi gangguan keamanan di wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.