Jakarta - Vaksinasi sering diasosiasikan hanya untuk anak-anak, padahal orang dewasa juga membutuhkan sejumlah vaksin penting untuk melindungi diri dari berbagai penyakit serius. Kebutuhan vaksin bagi orang dewasa disesuaikan dengan usia, riwayat vaksinasi sebelumnya, kondisi kesehatan, hingga gaya hidup.
1. Vaksin influenza (flu)
Vaksinasi flu tahunan direkomendasikan untuk semua kelompok usia, dan menjadi sangat penting terutama bagi ibu hamil, orang dengan kondisi kesehatan jangka panjang, serta orang berusia 65 tahun ke atas.
2. Vaksin Tdap
Vaksin ini berfungsi mencegah infeksi tetanus, difteri, dan pertusis atau batuk rejan, yang jika tidak ditangani bisa menyebabkan penyakit serius hingga berujung kematian.
3. Vaksin pneumokokus
Pneumokokus merupakan penyakit berbahaya yang bisa memicu infeksi seperti pneumonia, meningitis, dan infeksi aliran darah, sehingga vaksin ini menjadi salah satu yang penting bagi orang dewasa, terutama kelompok rentan.
4. Vaksin shingles (herpes zoster)
Direkomendasikan untuk orang dewasa berusia 50 tahun ke atas, guna mencegah penyakit cacar ular beserta komplikasinya yang bisa cukup menyiksa jika menyerang di usia lanjut.
5. Vaksin hepatitis
Vaksin ini penting dilakukan untuk mencegah infeksi virus Hepatitis A dan B yang bisa menyebabkan penyakit hati serius. Vaksin Hepatitis A umumnya diberikan dalam dua dosis dengan jarak sekitar enam bulan.
Tips sebelum vaksinasi:
- Konsultasikan lebih dulu dengan dokter untuk memastikan keamanan dan efektivitas vaksin sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
- Sakit ringan seperti pilek atau batuk tanpa demam bukan halangan untuk vaksinasi, namun sebaiknya ditunda jika mengalami demam tinggi di atas 38 derajat Celsius atau sedang menderita penyakit berat.
- Informasikan riwayat kesehatan secara lengkap kepada petugas kesehatan sebelum menerima vaksin.
Melengkapi vaksinasi sesuai anjuran menjadi salah satu langkah pencegahan paling efektif dan terjangkau untuk melindungi diri dari berbagai penyakit serius yang bisa berdampak besar pada kualitas hidup di kemudian hari.
Catat riwayat vaksinasi yang sudah pernah diterima sejak kecil hingga dewasa, karena beberapa vaksin membutuhkan dosis penguat (booster) secara berkala. Kartu vaksinasi pribadi bisa menjadi rujukan penting saat berkonsultasi dengan dokter mengenai vaksin apa saja yang masih perlu dilengkapi.
Bagi yang berencana bepergian ke luar negeri, cek juga persyaratan vaksin khusus yang mungkin diwajibkan negara tujuan, seperti vaksin demam kuning atau meningitis, agar perjalanan tidak terkendala masalah administrasi kesehatan di perbatasan.