Chery Tiggo Cross Premium Bensin Tembus 414 Unit, Ini Plus Minusnya

Penulis: Irfan Hakim  •  Rabu, 30 September 2026 | 16:04:01 WIB
Chery Tiggo Cross Premium bensin mencatat penjualan wholesales 414 unit pada Januari–Agustus 2026.

SULAWESI TENGAH — Chery Tiggo Cross Premium bermesin bensin konvensional mencatat penjualan wholesales 414 unit sepanjang Januari-Agustus 2026 berdasarkan data GAIKINDO. Angka itu melengkapi kesuksesan varian CSH yang terjual 1.717 unit dari total 2.302 unit Tiggo Cross di periode yang sama. Dengan harga mulai Rp 294,5 juta on the road DKI Jakarta, varian ini menawarkan paket fitur yang jarang ditemui di kelasnya.

Pencapaian varian bensin ini menarik karena pasar Indonesia masih didominasi pembeli yang mempertimbangkan harga dan kelengkapan fitur ketimbang teknologi elektrifikasi. Tiggo Cross Premium masuk ke ceruk itu dengan banderol yang bersaing di segmen SUV kompak.

Harga Rp 294,5 Juta dengan 15 Fungsi Driver Assistance

Chery membanderol Tiggo Cross Premium mulai Rp 294,5 juta on the road DKI Jakarta. Pada rentang harga tersebut, Chery menyematkan 15 fungsi bantuan pengemudi yang mencakup Adaptive Cruise Control dan Traffic Jam Assist.

Jumlah fitur itu tergolong lebih banyak dibanding rival sekelasnya di rentang harga yang sama. Bagi pembeli yang mengejar kelengkapan teknologi ketimbang tenaga mesin besar, paket ini jadi daya tarik utama.

Plus: Kelengkapan Fitur Jadi Nilai Jual Utama

Keunggulan paling menonjol dari Tiggo Cross Premium terletak pada rasio fitur terhadap harga. Adaptive Cruise Control dan Traffic Jam Assist biasanya baru tersedia di SUV yang dibanderol lebih tinggi.

Kombinasi keduanya membantu pengemudi di kemacetan Jakarta, kondisi yang jadi medan harian sebagian besar pemilik SUV kompak. Fitur-fitur ini bekerja menjaga jarak dan kecepatan secara otomatis pada kecepatan rendah hingga menengah.

Minus: Mesin Bensin Konvensional di Tengah Tren Elektrifikasi

Varian Premium mengandalkan mesin bensin konvensional, bukan sistem hybrid CSH yang jadi andalan Chery di lini Tiggo Cross. Konsekuensinya, konsumsi bahan bakar tidak sehemat versi CSH.

Pembeli yang menempuh jarak jauh harian perlu menghitung ulang total biaya kepemilikan. Selisih konsumsi BBM antara varian bensin dan CSH akan terasa dalam jangka panjang, meski harga beli varian bensin lebih terjangkau.

Pilihan ini pada akhirnya bergantung pada pola pemakaian. Untuk pengguna dalam kota dengan jarak tempuh moderat, varian bensin masih masuk akal secara biaya.

Posisi Tiggo Cross di Pasar SUV Kompak

Dari total 2.302 unit yang terjual, dominasi CSH menunjukkan pasar Indonesia mulai menerima teknologi hybrid Chery. Namun angka 414 unit varian bensin membuktikan masih ada segmen pembeli yang setia pada mesin konvensional.

Data GAIKINDO yang dipakai Chery mencakup penjualan wholesales, yakni pengiriman unit dari pabrik ke dealer, bukan penjualan ritel ke konsumen akhir. Angka ini jadi indikator seberapa agresif Chery mengisi stok dealer untuk kedua varian Tiggo Cross.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: gridoto.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top