SULAWESI TENGAH — Axioo Pongo 535 meluncur sebagai laptop gaming entry-level dengan Intel Core i5-13420H dan GPU NVIDIA GeForce RTX 3050 4 GB, dibanderol Rp15–16 jutaan. Laptop ini menawarkan layar 15,6 inci 144Hz, RAM 16 GB DDR4, dan garansi tiga tahun plus Accidental Damage Protection. Namun posisinya terhimpit Pongo 735 dan Pongo 750 yang sudah lebih dulu mapan di pasar.
Axioo Pongo 535 hadir di tengah lini Pongo yang sudah punya nama kuat. Pongo 735 dan Pongo 750 lebih dulu beredar, membuat kehadiran seri anyar ini memunculkan pertanyaan soal segmentasi pasar. Produsen lokal itu tampaknya ingin mengisi celah harga, meski celah yang dituju ternyata sudah cukup padat.
Spesifikasi Utama Axioo Pongo 535
Kombinasi komponen yang diusung tergolong teruji untuk kebutuhan harian maupun gaming.
- Prosesor: Intel Core i5-13420H (8 core, 12 thread, boost clock hingga 4,6 GHz, TDP 45W)
- Kartu grafis: NVIDIA GeForce RTX 3050 Laptop GPU 4 GB GDDR6 (TGP hingga 75W)
- RAM: 16 GB DDR4 dual channel 3200 MHz, bisa diupgrade hingga 64 GB
- Penyimpanan: 512 GB NVMe SSD PCIe Gen 4x4, tersedia satu slot M.2 ekstra
- Layar: 15,6 inci IPS, FHD+ 1920x1200, rasio 16:10, refresh rate 144Hz
- Baterai: 54 Whrs dengan adapter AC 150W
- Garansi: 3 tahun resmi plus Accidental Damage Protection (ADP)
Performa Stabil Meski Daya Dibatasi
Pengujian sintetis Cinebench mencatat skor sekitar 9.700 poin. Angka itu sedikit di bawah rata-rata Intel Core i5-13420H yang biasanya menyentuh 10.000 poin.
Pembatasan daya justru berdampak positif pada stabilitas. Deviasi performa tercatat di bawah 3%, dengan suhu beban penuh yang terjaga di kisaran 82–83 derajat Celsius.
Untuk content creation, render video 4K durasi satu menit dengan tiga layer efek di Adobe Premiere Pro rampung dalam 3 menit 3 detik. Pengalaman sunting video terasa mulus untuk kelas RTX 3050.
Gim AAA seperti Black Myth: Wukong, Shadow of the Tomb Raider, dan Warhammer: Space Marine berjalan lancar. Aktivasi DLSS sangat disarankan untuk mendongkrak frame rate.
Desain, Layar, dan Konektivitas
Sasis Pongo 535 identik dengan Pongo 725, berbahan polycarbonate dengan bobot 1,99 kg. Konstruksinya kokoh, walau masih ada sedikit defleksi di area tengah keyboard saat ditekan keras.
Layar 15,6 inci rasio 16:10 sudah mendukung refresh rate 144Hz yang responsif untuk gim esports. Cakupan warnanya belum mencapai 100% sRGB, jadi pekerjaan color grading profesional sebaiknya memakai monitor eksternal.
Sektor port jadi nilai plus. Tersedia USB Type-A, USB Type-C, HDMI 2.1, dan Mini DisplayPort, lengkap dengan Wi-Fi 6 AX201 serta Bluetooth 5.2.
Baterai 54 Whrs mencatatkan waktu 2 jam 39 menit pada pengujian PCMark 10 Modern Office. Bawa selalu adaptor daya saat beraktivitas di luar ruangan.
Harga dan Posisi di Pasar
Axioo melepas Pongo 535 di kisaran Rp15–16 jutaan. Di rentang itu, stok Pongo 735 dengan Intel Core i7-13620H masih beredar dengan banderol Rp13–14 jutaan. Pongo 750 pun bertengger di harga Rp15 jutaan.
Selisih harga membuat pilihan konsumen jadi rumit. Bila harga Pongo 535 bergeser ke angka Rp14 jutaan, nilai tawarnya akan jauh lebih rasional bagi calon pembeli.
Layanan Purna Jual Jadi Kartu As
Axioo memberi nilai tambah kuat lewat ekosistem Axioo Care Platinum. Konsumen mendapat garansi resmi tiga tahun yang mencakup Accidental Damage Protection.
Ada juga fasilitas gratis jasa repaste, cleaning, dan upgrade seumur hidup di lebih dari 190 titik service center di seluruh Indonesia. Paket layanan ini sulit ditandingi merek lain di kelas harga yang sama.
Kesimpulan
Axioo Pongo 535 secara teknis solid: performa stabil, suhu dingin, dan port lengkap. Masalahnya cuma satu, yaitu timing peluncuran yang bertabrakan dengan lini Pongo lain.
Laptop ini cocok untuk mahasiswa atau pekerja yang butuh perangkat gaming entry-level dengan layanan purna jual panjang. Jika harga sudah terkoreksi lebih kompetitif, Pongo 535 layak masuk daftar pertimbangan.