Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta Padam Setelah 4,5 Jam, Gubernur Pramono Pastikan Data Pajak Aman

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:59:01 WIB
Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke gedung Bapenda DKI Jakarta yang terbakar di Jalan Abdul Muis Nomor 66, Jakarta, Jumat (7/8/2026) malam.

SULAWESI TENGAHKebakaran yang melanda gedung perkantoran milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta itu terjadi pada Jumat (7/8/2026) pukul 21.30 WIB. Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menerjunkan 37 unit mobil pemadam serta 185 personel untuk menaklukkan kobaran api yang baru dapat dipadamkan sepenuhnya pada Sabtu (8/8/2026) dini hari pukul 02.00 WIB.

Layanan Perpajakan dan Lalin Tetap Berjalan Normal

Pramono Anung menegaskan bahwa peristiwa ini tidak melumpuhkan administrasi perpajakan warga. "Data perpajakan DKI Jakarta aman karena sudah ter-back up secara digital, sehingga layanan perpajakan tidak terganggu," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (8/8/2026).

Meski data utama aman, salah satu ruangan yang terdampak adalah pusat kendali Traffic Management Center (TMC) atau ITCS milik Dinas Perhubungan yang berlokasi di lantai 16. Akibatnya, pengaturan lampu lalu lintas yang biasanya berjalan otomatis kini terpaksa dialihkan menjadi manual.

Untuk mengantisipasi kemacetan di jam sibuk, Pramono mengaku telah memerintahkan jajaran Dinas Perhubungan untuk menambah personel di titik-titik rawan. "Saya instruksikan penebalan pasukan Dishub di lapangan agar pengaturan lalu lintas tetap lancar," tegasnya.

Seribu ASN Dialihkan ke Sistem Kerja Jarak Jauh

Gedung di Jalan Abdul Muis Nomor 66 tersebut merupakan rumah bagi sekitar 1.000 aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai perangkat daerah. Selain Bapenda, gedung ini juga ditempati oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Dinas Perhubungan, Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD), hingga Bank Jakarta.

Menyusul kejadian ini, Pramono mengeluarkan instruksi agar seluruh pegawai yang berkantor di gedung tersebut tidak masuk kantor secara fisik. Mereka diwajibkan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) secara bergantian, atau diperbolehkan menggunakan kantor Suku Dinas di wilayah kota masing-masing serta aset milik pemprov lainnya.

"Pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama kita. Masyarakat jangan khawatir, semua layanan akan tetap berjalan," kata Pramono menambahkan.

Investigasi Penyebab Kebakaran dan Jaminan Asuransi

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai titik api pertama kali muncul. Pihak kepolisian bersama tim ahli dari Pemprov DKI Jakarta masih melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran.

Kabar baiknya, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. "Alhamdulillah, berkat penanganan yang cepat dan sigap dari Damkar Dinas Gulkarmat DKI Jakarta... sejauh ini dinyatakan tidak ada korban jiwa," ujar Gubernur Pramono.

Pemprov DKI Jakarta memastikan gedung Dinas Teknis Bapenda tersebut telah diasuransikan. Pramono menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan proses penyelidikan berjalan transparan dan proses pemulihan gedung dapat segera dilakukan.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top