SULAWESI TENGAH — Kabar ini pertama kali dihembuskan oleh media asal Jepang, Magazine X, yang kemudian dikutip oleh carsensor.net. Disebutkan bahwa Toyota sedang mengembangkan GR GT dengan atap model "Aero Top", sebuah istilah yang pernah dipakai pada generasi keempat Supra. Namun, perlu dicatat bahwa laporan ini belum menyebutkan sumber resmi atau nama narasumber yang jelas, sehingga kebenarannya masih perlu dikaji lebih dalam.
Terlepas dari itu, sejarah Toyota memang tidak asing dengan varian atap terbuka. Sebelumnya, Supra Mk4 pernah hadir dalam bentuk Aerotop yang cukup populer di kalangan penggemar. Jadi, jika kabar ini benar, penggunaan kembali nama "Aero Top" pada GR GT akan menjadi semacam penghormatan terhadap pendahulunya.
Selain varian targa, laporan yang sama juga menyebutkan adanya versi "tuned" yang tengah disiapkan. Jika ditebak, ini kemungkinan besar adalah varian GRMN—varian paling ekstrem yang biasanya diproduksi terbatas oleh Toyota. Versi ini diprediksi akan mengadopsi elemen aerodinamika yang terinspirasi dari mobil balap GR GT GT3.
Kabar mengenai versi GRMN ini terbilang lebih masuk akal dibandingkan varian targa. Alasannya, prototipe dengan paket aerodinamika agresif sudah beberapa kali tertangkap kamera sedang diuji di sirkuit. Ini menandakan pengembangan varian tersebut sudah berjalan lebih jauh dan bukan sekadar wacana belaka.
Bagi yang sudah tidak sabar menantikan kehadiran GR GT dalam berbagai bentuk, perlu bersabar lebih lama lagi. Menurut Magazine X, pengumuman resmi untuk varian-varian tersebut baru akan dilakukan pada 2027 atau bahkan lebih lambat. Artinya, masih ada waktu sekitar satu hingga dua tahun ke depan sebelum informasi resmi dari pabrikan keluar.
Dengan kata lain, kita masih akan disuguhi berbagai spekulasi dan kabar burung dalam waktu yang cukup panjang. Apakah varian targa akan benar-benar hadir, atau justru hanya tinggal wacana, hanya waktu yang bisa menjawab. Yang jelas, pengembangan GR GT, baik versi jalan raya maupun balap, terus berjalan dan menarik untuk diikuti.