SULAWESI TENGAH — Event ini bukan sekadar laga pameran. Shuttle Open 2026 dirancang sebagai ruang reuni bagi para peraih medali Olimpiade dan juara dunia untuk kembali memegang raket di hadapan publik Jakarta. Selain keenam nama Indonesia tersebut, Lin Dan yang merupakan rival abadi Taufik Hidayat di era jayanya ikut serta, memastikan duel klasik yang sempat dinanti penggemar Tanah Air akan kembali tersaji.
Vice President MAKUKU Global dan AceKid Indonesia, Patrick Owen, menegaskan bahwa tujuan utama gelaran ini adalah menghadirkan inspirasi nyata bagi generasi penerus. Ia menyebut bahwa warisan terbesar bukanlah medali atau kesuksesan bisnis, melainkan kesempatan yang diciptakan bagi generasi berikutnya.
"Melalui ajang ini kami ingin mengajak keluarga Indonesia untuk menyaksikan para legenda bulu tangkis Indonesia membuktikan bahwa prestasi tidak berhenti di podium, tapi akan terus hidup dalam bentuk aksi nyata dan inspirasi bagi generasi berikutnya," kata Owen dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.
Mantan tunggal putra nomor satu dunia, Ricky Ahmad Sobagdja, menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, kehadiran event semacam ini menjadi momentum tepat untuk membangkitkan kembali euforia olahraga tepok bulu di tengah masyarakat.
"Kehadiran event seperti ini menjadi momentum yang baik untuk menghadirkan kembali euforia bulu tangkis di tengah masyarakat sekaligus semakin mendekatkan olahraga ini kepada para penggemarnya," ungkap Ricky.
Daya tarik Shuttle Open 2026 tidak berhenti pada pertandingan persahabatan. Ajang ini mengusung misi sosial melalui kegiatan charity auction atau lelang amal yang hasilnya ditujukan untuk mendukung atlet bulu tangkis Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, para legenda akan melelang berbagai koleksi pribadi mereka. Seluruh hasil lelang nantinya disalurkan kepada atlet bulu tangkis yang membutuhkan, menjadikan acara ini sebagai wadah apresiasi yang kembali ke ekosistem olahraga nasional.