SIGI — Ratusan paket bantuan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Badan Amil Makmur (BAMAG) Provinsi Sulawesi Tengah mulai didistribusikan kepada korban gempa di Kabupaten Sigi. Bantuan itu diserahkan langsung di titik-titik pengungsian yang tersebar di beberapa kecamatan terdampak.
Ketua FKUB Sulteng menyebutkan bahwa paket bantuan berisi sembako dan kebutuhan dasar lainnya. Pendistribusian dilakukan secara door to door agar tepat sasaran, terutama bagi lansia dan ibu hamil yang kesulitan menjangkau posko utama.
"Kami tidak ingin ada warga yang terlewat. Solidaritas ini adalah panggilan kemanusiaan tanpa memandang latar belakang," ujarnya saat ditemui di lokasi pengungsian, Senin lalu.
BAMAG Sulteng bersama FKUB mengerahkan relawan dari berbagai komunitas agama. Mereka bergotong royong menyortir, mengemas, dan mengantarkan logistik ke pelosok Sigi yang akses jalannya masih terbatas pascagempa.
Wakil Ketua BAMAG Sulteng menambahkan, kegiatan ini merupakan respons cepat atas laporan bahwa beberapa desa terpencil belum tersentuh bantuan pemerintah. "Kami bergerak karena data di lapangan menunjukkan masih ada warga yang bertahan di tenda darurat tanpa pasokan air bersih," jelasnya.
Salah satu penerima bantuan, Siti (45), mengaku bersyukur karena stok beras di keluarganya hampir habis. "Kami belum bisa pulang ke rumah. Alhamdulillah, ada bantuan dari FKUB dan BAMAG. Ini sangat meringankan," katanya di tenda pengungsian Desa Pombewe.
Ia berharap bantuan serupa terus mengalir mengingat masa pemulihan pascagempa diperkirakan masih panjang. Sejumlah warga lainnya juga mengeluhkan minimnya layanan kesehatan keliling di lokasi pengungsian terpencil.
FKUB dan BAMAG berencana melanjutkan program bantuan tahap kedua dalam waktu dekat. Fokusnya akan diarahkan pada pemenuhan air bersih dan kebutuhan anak-anak di pengungsian.
"Kami juga sedang menjajaki kerja sama dengan dinas sosial untuk memastikan data penerima bantuan lebih akurat," pungkas Ketua FKUB Sulteng.