SULAWESI TENGAH — Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra menolak anggapan suporter bahwa level permainan timnya setara klub Liga 2 di Super League. Kritik itu muncul setelah tiga laga awal musim, dan Huistra menegaskan skuadnya cukup kompeten untuk menang asal semua pemain bugar.
Kritik suporter terhadap performa Super Elja mencuat di tengah jeda kompetisi. Huistra mengaku justru senang dengan kondisi tim saat ini dan tidak sependapat dengan penilaian tersebut.
"Saya tidak setuju dengan itu. Saya senang dengan tim ini. Tentu saja kami selalu mencari cara untuk membuatnya lebih kuat," kata pelatih asal Belanda itu.
Menurut Huistra, dari tiga pertandingan yang sudah dijalani, anak asuhnya mampu merepotkan lawan. Catatan tetap ada, terutama rapuhnya lini pertahanan PSS Sleman.
Jeda kompetisi dimanfaatkan untuk berbenah. Huistra menilai Super Elja akan tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya.
Dia yakin skuad yang ada cukup kompeten untuk menang di Super League jika seluruh pemain dalam kondisi bugar.
"Tapi saya pikir tim ini cukup bagus jika semua orang bugar, maka tim ini cukup bagus untuk memenangkan pertandingan di Super League," lanjutnya.
Kompetisi masih panjang, sehingga ruang untuk berbenah dan berkembang masih terbuka. Huistra menyebut pertandingan selanjutnya melawan PSM sangat krusial.
Duel itu disebutnya sebagai pembuktian hasil perbaikan tim selama jeda tiga minggu kepada para suporter.
"Jadi kami harus berbenah, tetapi setiap tim harus berbenah. Ini masih awal musim. Kami sedikit melewatkan masa pramusim, keadaannya sedikit berantakan di sana-sini. Namun sekarang tim kami sudah menetap dan kami harus berbenah," pungkasnya.
Huistra mengungkap salah satu penyebab performa tim belum stabil. Persiapan pramusim PSS Sleman berjalan tidak ideal.
Kondisi itu membuat tim sempat berantakan di beberapa sektor. Kini skuad sudah menetap dan fokus diarahkan pada perbaikan menyeluruh.
Kritik suporter soal level permainan setara tim Liga 2 menjadi tekanan tersendiri bagi Super Elja. Jawaban atas penilaian itu hanya bisa dibuktikan lewat hasil di lapangan.