Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menerapkan teknologi drone serta mesin pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian di daerah itu. Gubernur Sulteng Anwar Hafid menyatakan penggunaan teknologi ini mempermudah pemupukan dan penyemprotan di lahan yang luas. Pemprov Sulteng menargetkan produksi padi mencapai 6 ton per hektare pada 2026.
PALU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengadopsi teknologi drone dan mesin pertanian modern guna mendongkrak hasil panen petani. Gubernur Anwar Hafid menilai cara-cara tradisional sudah saatnya ditinggalkan.
Anwar menyampaikan hal itu di Palu, Rabu, saat menjelaskan arah kebijakan pertanian daerah. Menurut dia, teknologi presisi lewat Brigade Pertanian dirancang mempercepat proses panen sekaligus memodernisasi cara kerja petani di lapangan.
Anwar menyebut pemanfaatan drone mempermudah pemupukan dan penyemprotan tanaman di lahan pertanian yang luas. Selain drone, Pemprov Sulteng menyalurkan bantuan mesin pemanen padi combine harvester, traktor roda dua dan roda empat, serta bibit unggul padi kepada kelompok tani.
"Pertanian tidak boleh terus identik dengan cara-cara tradisional. Saat ini pemerintah mendorong penggunaan teknologi mulai dari traktor, mesin panen, hingga drone untuk penyemprotan," kata Anwar.
Pemprov Sulteng menargetkan produksi padi mencapai 6 ton per hektare pada 2026. Anwar berharap pemanfaatan teknologi pertanian mempercepat tercapainya target produktivitas tersebut.
Menurut dia, integrasi teknologi modern harus berjalan seiring ketersediaan pupuk dan jaminan stabilitas harga gabah di tingkat petani.
"Jadi dengan pemanfaatan teknologi ini bisa menekan biaya operasional dan mempercepat masa tanam hingga panen di Sulawesi Tengah," ujar dia.
Pemerintah daerah menyatakan dukungan terhadap pemanfaatan teknologi pertanian lewat bantuan mesin dan bibit unggul. Bantuan itu disalurkan langsung ke kelompok tani sebagai pengguna di lapangan.
"Tentunya pemerintah daerah juga mendukung pemanfaatan teknologi dalam pertanian dengan memberikan bantuan mesin pemanen padi combine harvester, traktor roda dua dan roda empat, serta bibit unggul padi kepada kelompok tani," ujar Anwar.
Dengan kombinasi teknologi presisi, mesin panen, dan bibit unggul, Pemprov Sulteng berharap masa tanam hingga panen di daerah itu berlangsung lebih cepat dan biaya operasional petani dapat ditekan.