PLN dan APINDO Sulteng Bahas Peluang Investasi Energi Listrik di Tengah Ancaman El Nino

Penulis: Gunawan Susilo  •  Kamis, 01 Oktober 2026 | 06:01:31 WIB
Pertemuan PLN UID Suluttenggo dan APINDO Sulteng membahas peluang investasi sektor energi listrik di Palu.

PALU — PT PLN (Persero) UID Suluttenggo menerima kunjungan Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPP APINDO) Sulawesi Tengah dalam pertemuan yang membahas peluang investasi sektor energi listrik. Pertemuan dipimpin Ketua DPP APINDO Sulteng Wijaya Chandra, sementara dari PLN hadir Manager Komunikasi dan TJSL Noven N. Koropit yang mewakili manajemen, didampingi jajaran PLN UP3 Palu.

Agenda utama pertemuan menyoroti peran sektor ketenagalistrikan dalam menopang pertumbuhan industri dan dunia usaha di Sulawesi Tengah. Kedua pihak membedah bagaimana kebutuhan energi listrik dapat berjalan beriringan dengan geliat investasi, termasuk transparansi proses, mekanisme, serta prosedur investasi di sektor energi yang perlu dipahami lebih baik oleh pelaku usaha.

El Nino Tekan Debit Air Pembangkit di Sulawesi Tengah

Pembahasan itu muncul saat kondisi kelistrikan Sulawesi Tengah menghadapi tantangan akibat fenomena El Nino. Kondisi alam tersebut berdampak pada menurunnya debit air di sejumlah sumber pembangkit tenaga air dan mikrohidro.

Danau Poso menjadi salah satu pemasok utama listrik di wilayah itu yang ikut terdampak. Situasi ini membuat pembahasan soal diversifikasi sumber energi dan kesiapan pasokan menjadi relevan bagi pelaku usaha yang bergantung pada listrik stabil.

Dunia Usaha Butuh Kepastian Pasokan Listrik

Wijaya Chandra menilai pertemuan bersama PLN menjadi momentum krusial untuk membangun komunikasi yang lebih erat antara dunia usaha dan sektor ketenagalistrikan.

"Pertemuan ini sangat penting karena dunia usaha membutuhkan kepastian energi. Kami ingin mengetahui secara langsung kondisi kelistrikan Sulawesi Tengah, sekaligus menggali peluang dan prosedur investasi di sektor energi listrik," ungkap Wijaya.

Menurutnya, ketersediaan energi yang stabil merupakan fondasi utama dalam menciptakan iklim investasi yang sehat. Komunikasi intensif antara pelaku usaha dan PLN perlu terus dipelihara agar proyeksi kebutuhan energi industri dapat dipetakan sejak dini.

PLN Buka Ruang Dialog dengan Pemangku Kepentingan

Manager PLN UP3 Palu, Ansar, menyampaikan bahwa kolaborasi erat dengan dunia usaha adalah kunci dalam membangun ekosistem kelistrikan yang adaptif terhadap berbagai tantangan. PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik semata, melainkan juga proaktif membuka ruang dialog dengan para pemangku kepentingan.

General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa ketahanan sistem kelistrikan merupakan tanggung jawab bersama yang menuntut sinergi kuat dari berbagai lintas sektor.

"Ketahanan energi hari ini bukan sekadar berbicara tentang kapasitas pembangkit semata, melainkan tentang kesiapan kita bersama dalam menghadapi dinamika perubahan alam, melakukan diversifikasi sumber energi, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara PLN dan APINDO membuktikan bahwa tantangan kelistrikan di Sulawesi Tengah harus dihadapi secara gotong royong," tegas Usman.

Langkah Lanjutan Kolaborasi PLN dan APINDO

PLN berkomitmen menjaga keandalan serta keberlanjutan pasokan listrik, sementara dunia usaha berperan aktif dalam menggerakkan investasi dan roda perekonomian daerah. Melalui ruang dialog yang terbuka, peluang investasi energi listrik di Sulawesi Tengah diharapkan terus berkembang.

Kolaborasi strategis antara PLN dan APINDO menjadi langkah kolektif untuk menghadirkan sistem energi yang tangguh, mendukung iklim investasi yang kondusif, serta memastikan listrik tetap menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah.

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top