Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menilai fasilitas pengolahan High Pressure Acid Leach (HPAL) PT Vale Indonesia di Sambalagi, Kabupaten Morowali, sebagai contoh penerapan standar industri pertambangan yang terukur dan ramah lingkungan. Penilaian itu disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido di Palu, yang menekankan pentingnya keselarasan antara pertumbuhan industri, penerapan standar, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Reny menyebut kemajuan sektor pertambangan harus berjalan seiring kesejahteraan warga setempat agar manfaatnya berkesinambungan bagi daerah.
PALU — Fasilitas pengolahan High Pressure Acid Leach (HPAL) milik PT Vale Indonesia di Sambalagi, Kabupaten Morowali, dinilai Pemprov Sulawesi Tengah sebagai rujukan penerapan industri pertambangan yang terukur dan ramah lingkungan. Penilaian itu muncul dalam forum industri yang membahas standar pengelolaan tambang di daerah.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido menyatakan fasilitas HPAL di Sambalagi sudah melalui tahapan pengembangan pabrik yang layak dipertahankan sebagai contoh. Menurut dia, keselarasan antara pertumbuhan industri, penerapan standar, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi kunci.
"Jadi salah satu contoh penerapan industri yang bagus ada di Sambalagi, Morowali sebab sudah melalui pengembangan pabrik HPAL sehingga hal seperti ini dapat terus dipertahankan," kata Reny.
Fasilitas HPAL mengolah bijih nikel kadar rendah menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi dibanding ekspor bahan mentah. Teknologi ini menuntut standar keselamatan, pengelolaan limbah, dan efisiensi energi yang ketat.
Reny menilai kemajuan sektor pertambangan tidak cukup diukur dari produksi. Ia menyoroti pentingnya dampak kegiatan tambang terhadap warga di sekitar area operasi.
"Kita senang ada tambang, tetapi harus sejalan dan berkembang bersama masyarakat di dalamnya. Yang paling penting adalah bagaimana kegiatan tersebut dapat berjalan secara berkesinambungan," ujar dia.
PT Vale Indonesia merupakan anggota Grup Mining Industry Indonesia (MIND ID). Perusahaan menyatakan telah menjalankan kegiatan pertambangan yang aman, bertanggung jawab, dan mampu menciptakan nilai jangka panjang.
Melalui penerapan di lapangan dan pertukaran pengetahuan dalam forum industri, PT Vale dinilai dapat memperkuat kontribusinya bersama MIND ID untuk mendorong kemajuan industri pertambangan nasional.
"Pada intinya integrasi teknologi, keselamatan, pengelolaan lingkungan, dan kolaborasi menjadi landasan perusahaan untuk menciptakan nilai bersama bagi masyarakat dan generasi mendatang khususnya di Sulawesi Tengah," kata Reny menambahkan.
Pemprov Sulawesi Tengah berharap standar industri yang diterapkan di Sambalagi dapat direplikasi di lokasi tambang lain. Harapan itu sejalan dengan target daerah agar manfaat sektor pertambangan tidak berhenti pada penerimaan negara, tetapi juga menaikkan kualitas hidup warga sekitar.
Reny menyebut keberlanjutan kegiatan tambang bergantung pada hubungan yang terjaga antara perusahaan dan masyarakat. Karena itu, integrasi teknologi, keselamatan kerja, dan kolaborasi menjadi landasan yang dinilai perlu terus dipertahankan.